Torrenting adalah cara yang luar biasa cepat dan efisien untuk mendistribusikan file besar melalui internet. Meskipun sering dianggap sama dengan pembajakan, ada banyak kasus penggunaan torrenting yang sah. Namun, sebelum menyelami dunia berbagi file P2P, penting untuk memahami apa itu torrenting, cara kerjanya, dan cara melindungi diri dari beberapa risiko yang terkait dengan torrenting.
- Apa itu berbagi file P2P?
- Apa itu torrenting?
- Bagaimana cara kerja torrenting?
- Untuk apa torrenting digunakan?
- Apakah torrenting ilegal?
- Apa saja risiko torrenting?
- Cara melindungi diri saat melakukan torrenting
- Cara menggunakan torrent
- Yang harus dicari dari VPN untuk torrenting
- FAQ Torrenting
Apa itu berbagi file P2P?
P2P, atau peer-to-peer, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penemuan dan pengiriman file di antara jaringan perangkat. Berbagi file P2P menggunakan jaringan terdesentralisasi yang terdiri dari “peer” yang dapat digunakan untuk membagikan informasi. Berbagi file P2P dapat digunakan untuk membagikan dokumen, file audio, file video, atau bahkan program dan video game.
Mengunduh dan mengunggah file melalui jaringan P2P menggunakan protokol berbagi file seperti BitTorrent (bukan menggunakan http, seperti yang dilakukan peramban web) yang sangat berguna untuk mengunduh file besar.
Apa itu torrenting?
Torrenting adalah metode mengunduh file dari jaringan P2P menggunakan file torrent atau tautan Magnet. File torrent bertindak sebagai indeks yang memberi tahu komputer lokasi file atau bagian-bagian file dalam jaringan, dan mengunduh bagian-bagian tersebut dari peer lain di jaringan secara bersamaan. Hal ini dapat membuat proses mengunduh file besar menjadi jauh lebih cepat, karena menerima bagian-bagian file dari beberapa sumber sekaligus. Tautan Magnet bekerja dengan cara yang hampir sama seperti file torrent, tetapi tanpa perlu meng-host dan mengunduh file torrent.
Bagaimana cara kerja torrenting?
Dengan mengunduh file dari beberapa peer sekaligus, kecepatan unduhan yang jauh lebih cepat dapat diperoleh, karena potongan-potongan kecil file yang dibutuhkan diterima dari beberapa sumber secara bersamaan. Seiring dengan diterimanya potongan file tersebut, potongan-potongan itu dapat diunggah secara bersamaan.
Berikut adalah cara kerja torrenting:
- Mengunduh file torrent dari situs web (atau mengeklik tautan Magnet) yang kemudian dimuat ke dalam klien BitTorrent. File torrent berisi metadata tentang file dan folder yang akan didistribusikan, serta daftar lokasi jaringan pelacak untuk file yang dicari.
- Klien BitTorrent akan menggunakan file torrent yang telah diunduh untuk menemukan bagian-bagian dari file yang dicari pada komputer lain di dalam jaringan dan mulai mengunduhnya.
- Semua komputer di dalam jaringan menggunakan sebagian bandwidth yang tersedia untuk mengunggah bagian dari file yang sedang diunduh.
Seeder dan leecher
Saat melakukan torrenting, pengguna akan menjadi leecher atau seeder. Menjadi leecher berarti mengunduh file dari peer di jaringan yang telah memiliki bagian file di perangkat mereka dan mengizinkan orang lain untuk mengunduh dari mereka (melakukan “leeching” dari mereka). Selama proses leeching, bagian file yang sudah selesai diunduh juga akan di-seed — sehingga leecher biasanya bertindak sebagai seeder sekaligus leecher secara bersamaan.
Setelah file selesai diunduh dan mulai diunggah agar dapat digunakan oleh orang lain, proses yang berjalan hanya seeding (artinya orang lain kini dapat melakukan “leech” file tersebut secara keseluruhan).
Semakin banyak seeder untuk suatu torrent tertentu, akan semakin cepat pula kecepatan unduhan untuk torrent tersebut, karena bagian file yang masuk dapat diterima dari lebih banyak sumber.
Jika tidak ada seeder untuk suatu torrent, kecil kemungkinan file dapat diunduh secara lengkap. Torrent dapat dibiarkan tetap dimuat di dalam klien dengan harapan seeder akan tersedia, tetapi jika tidak ada yang online, file tidak akan bisa diunduh secara keseluruhan.
Untuk apa torrenting digunakan?
Torrenting sering dianggap identik dengan pembajakan, tetapi sebenarnya ada banyak alasan yang sah dan legal untuk menggunakan BitTorrent.
Alasan utama menggunakan BitTorrent adalah untuk mengunduh file besar, karena jauh lebih cepat daripada mengunduh file yang di-host dari peramban web. Karena alasan ini, BitTorrent sering kali dipilih oleh distributor untuk memungkinkan pengguna mengunduh freeware, video game, pembaruan, dan distro Linux.
Torrenting juga merupakan cara yang jauh lebih murah untuk mendistribusikan file besar secara gratis. Sebagai contoh, jika ingin merilis album musik gratis kepada para penggemar, biasanya diperlukan hosting file sendiri — hal ini akan membutuhkan banyak bandwidth. Sebagai gantinya, dengan mendistribusikan file melalui BitTorrent, para penggemar dapat ikut menyumbangkan bandwidth mereka saat mengunduh file tersebut, sehingga menghemat banyak biaya hosting.
Beberapa organisasi menggunakan torrent secara internal untuk mentransfer file besar dari server to server. Pada tahun 2012, Ars Technica melaporkan bahwa Facebook menggunakan BitTorrent untuk tujuan ini(jendela baru).
Apakah torrenting ilegal?
Seperti yang ditunjukkan oleh contoh-contoh di atas, torrenting itu sendiri tidak ilegal. Meskipun benar bahwa BitTorrent dapat digunakan untuk mengunduh konten bajakan secara ilegal, hal ini juga berlaku untuk peramban web. BitTorrent hanyalah protokol komunikasi lainnya, seperti PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol) atau IP (Internet Protocol).
Jadi, torrenting sepenuhnya legal, dan selama tidak digunakan untuk mengunduh materi berhak cipta atau materi ilegal lainnya, tidak akan ada masalah dengan pihak berwenang karena menggunakannya.
Apa saja risiko torrenting?
Meskipun torrenting adalah cara terbaik untuk mengunduh file besar dengan cepat dan efisien, aktivitas ini memiliki beberapa risiko yang harus diwaspadai sebelum mulai mengunduh file, sehingga langkah-langkah yang tepat dapat diambil untuk melindungi diri.
ISP dapat melihat aktivitas torrenting
Seperti halnya sebagian besar aktivitas daring (jika tidak menggunakan VPN), ISP dapat melihat saat file dibagikan atau diunduh melalui jaringan P2P. Karena besarnya bandwidth yang dibutuhkan, beberapa ISP diketahui membatasi (throttle) unduhan BitTorrent, yang mengakibatkan penurunan kecepatan unduhan.
ISP juga dapat merekam semua data yang berkaitan dengan aktivitas torrenting, yang berarti mereka dapat menyerahkan informasi tersebut kepada pihak berwenang jika diminta.
Peer di jaringan dapat melihat alamat IP
Untuk bertukar paket informasi dengan peer lain (seeder dan leecher) di jaringan, komputer harus membagikan alamat IP. Ini berarti orang lain yang diajak berbagi file juga dapat melihat alamat IP tersebut. Peer di jaringan mungkin termasuk pelaku kejahatan yang dapat mencoba memanfaatkan situasi untuk merugikan pengguna.
Waspadai file yang disamarkan
Meskipun harus selalu berhati-hati untuk memastikan tidak mengunduh file berbahaya atau terinfeksi secara tidak sengaja, sangatlah mudah untuk tidak sengaja mengunduh file berbahaya saat melakukan torrenting. Torrent dengan nama file yang tampak sah sebenarnya dapat menyebabkan terunduhnya virus ke komputer.
Cara melindungi diri saat melakukan torrenting
Adanya risiko bukan berarti tidak ada langkah yang dapat diambil untuk memastikan keamanan saat melakukan torrenting. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, proses torrenting file besar dapat terus dilakukan dengan cepat dan efisien tanpa membahayakan privasi atau keamanan.
Gunakan VPN untuk menyembunyikan aktivitas dari ISP
Setiap kali tidak menggunakan VPN, ISP dapat melihat dan merekam data tentang aktivitas daring, termasuk data torrenting. Hal ini memberi ISP kemampuan untuk membatasi (throttle) bandwidth torrenting atau menyerahkan informasi tentang aktivitas tersebut kepada pihak ketiga. Aktivitas torrenting dapat disembunyikan dari ISP dengan mengenkripsi lalu lintas menggunakan VPN. Selama terhubung ke server VPN yang mengizinkan torrenting — seperti server P2P Proton VPN — torrenting dapat terus dilakukan tanpa ISP dapat melihat atau membatasi lalu lintas berbagi file P2P.
Gunakan VPN untuk menyembunyikan alamat IP dari pengguna lain di jaringan
Meskipun menggunakan VPN sepanjang waktu adalah cara terbaik untuk melindungi privasi, menggunakan VPN saat melakukan torrenting sangatlah penting untuk memastikan alamat IP asli tetap tersembunyi dari peer lain di jaringan P2P. Saat terhubung ke server P2P Proton VPN, lalu lintas berbagi file akan dirutekan melalui server VPN sebelum mencapai jaringan P2P, sehingga alamat IP asli tetap tersembunyi.
Periksa file yang diunduh
Ada beberapa tindakan yang dapat diambil untuk menghindari mengunduh file berbahaya saat melakukan torrenting. Banyak situs web tempat mengunduh torrent telah mengaktifkan kolom komentar di bawah setiap torrent. Komentar tersebut biasanya akan memberi tahu jika ada masalah dengan kualitas torrent atau file berbahaya yang disertakan dalam torrent tersebut. Selain itu, pilihlah torrent yang memiliki banyak seeder, karena semakin populer suatu torrent, semakin besar kemungkinannya aman untuk diunduh.
Yang terpenting, saat memuat torrent ke dalam klien BitTorrent, tinjau semua file yang disertakan dalam torrent sebelum mengonfirmasi unduhan untuk memastikan tidak ada file yang mencurigakan. Sebagai contoh, jika mengunduh file musik, seharusnya tidak ada file executable di dalam torrent (secara umum, berhati-hatilah saat mengunduh file executable, seperti .EXE, .APP, .BAT, .SCR). Ukuran file yang diunduh juga harus diperiksa — misalnya, jika laporan torrent menunjukkan ukuran unduhan sebesar 10 GB tetapi file yang diunduh hanya satu album musik, bisa jadi torrent tersebut menyertakan file tambahan yang tidak diperlukan dan berpotensi berbahaya.
Penggunaan perangkat lunak antivirus juga akan membantu melindungi komputer dari virus dan file berbahaya lainnya jika file tersebut tidak sengaja terunduh.
Cara menggunakan torrent
Unduh klien BitTorrent
Untuk dapat mengunduh torrent, diperlukan klien BitTorrent. Klien BitTorrent adalah program yang memungkinkan pertukaran data sebagai peer dalam jaringan P2P. Sangat disarankan untuk memilih klien BitTorrent sumber terbuka seperti qBittorrent(jendela baru) dan Transmission(jendela baru). Klien BitTorrent yang paling populer adalah μTorrent(jendela baru) dan BitTorrent(jendela baru) (ini adalah klien dengan nama yang sama dengan protokol BitTorrent).
Temukan torrent
Kini perlu mencari torrent yang ingin diunduh. Situs web yang dikunjungi akan berbeda tergantung pada file yang dibutuhkan. Misalnya, jika mencari torrent ISO Linux, torrent tersebut dapat ditemukan di bawah BitTorrent pada halaman unduhan alternatif Ubuntu(jendela baru), atau jika ingin mengunduh dan menonton film yang berada dalam domain publik, kunjungi koleksi film fitur Internet Archive(jendela baru).
Ada beberapa situs web yang dirancang khusus untuk menyimpan file torrent dari semua jenis, tetapi banyak di antaranya diblokir oleh ISP untuk mencegah pembajakan, meskipun situs tersebut juga menyimpan berbagai torrent yang sepenuhnya legal. Dalam banyak kasus, menggunakan VPN(jendela baru) akan memberikan akses ke situs web ini, dan memungkinkan untuk terus melakukan torrent seperti biasa.
Unduh torrent
Setelah menemukan torrent yang ingin diunduh, klik tombol unduh. Tergantung pada situs web yang digunakan, langkah ini mungkin lebih sulit daripada kedengarannya, karena banyak situs web torrent menampilkan tombol Unduh besar yang mengarahkan ke solusi unduhan berbayar, atau ke situs web lain atau iklan, sambil menyembunyikan tautan Magnet atau tombol file torrent yang sebenarnya.
Mengklik tautan yang (benar) akan mengunduh file torrent yang memberi tahu perangkat di mana menemukan bagian file yang dibutuhkan dalam jaringan P2P. Kemudian file torrent dapat ditambahkan ke klien torrent dengan mengklik Tambah torrent dan memilih file torrent yang telah diunduh.
Sebelum mengonfirmasi unduhan, pastikan file yang diunduh sudah benar dan aman dengan memeriksa ukuran, nama, dan ekstensi file yang diunduh.
Jika ada yang tidak sesuai, hapus pilihan file yang tidak dibutuhkan, atau batalkan unduhan sama sekali.
Setelah file yang dipilih sudah sesuai, konfirmasi unduhan dapat dilakukan. (Pada contoh di bawah ini, dari qBittorrent, konfirmasi unduhan dapat dilakukan dengan mengklik OK, meskipun petunjuknya mungkin berbeda di antara klien BitTorrent.)

Torrent kemudian akan mulai melacak dan mengunduh file. Bilah kemajuan untuk torrent akan ditampilkan beserta berbagai informasi seperti kecepatan unduh dan unggah torrent saat ini.

Lakukan seeding torrent
Saat mengunduh torrent, perangkat juga akan menjadi peer dalam jaringan. Ini berarti file torrent dapat melacak bagian file yang telah diunduh dan memungkinkan orang lain mengunduh bagian file yang sama dari perangkat.
Setelah file selesai diunduh sepenuhnya, klien torrent akan beralih secara otomatis dari mengunduh ke seeding. (Meskipun, seperti yang dinyatakan sebelumnya, bagian file biasanya akan diunggah saat mengundunya secara bersamaan.) Ini berarti sekarang hanya bertindak sebagai seeder di dalam jaringan dan orang lain dapat mengunduh seluruh file tersebut. Etiket internet (netiquette) yang baik menuntut agar semua orang melakukan seeding torrent yang telah diunduh, karena tanpa adanya seeder, berbagi file P2P tidak akan mungkin terjadi.

Kriteria VPN yang dicari untuk torrenting
VPN yang bagus akan menyembunyikan alamat IP asli dari orang lain di dalam jaringan dan akan mencegah ISP melihat atau membatasi aktivitas torrent. Saat mencari VPN terbaik untuk torrenting, pilihlah yang:
- Tidak memblokir lalu lintas P2P
- Tidak menyimpan log aktivitas apa pun
- Tidak berbasis di negara yang dapat menuntut penyerahan log
- Cukup cepat untuk memungkinkan berbagi file P2P dengan kecepatan yang baik
- Memiliki sakelar pemutus (kill switch) untuk memastikan koneksi terputus jika VPN terputus
Berbagi file P2P dengan Proton VPN
Proton VPN adalah VPN tanpa log yang melindungi privasi. Karena berbasis di Swiss, kami tidak dapat dipaksa untuk menyimpan atau menyerahkan log aktivitas VPN. (Hasil audit keamanan terbaru mengonfirmasi kebijakan tanpa log kami.) Jika berlangganan paket Proton VPN Plus, Anda dapat memanfaatkan sepenuhnya server berbagi file P2P berkecepatan tinggi yang terspesialisasi.
Untuk terhubung ke server yang dioptimalkan untuk berbagi file P2P, cari server di aplikasi Proton VPN pada perangkat yang memiliki ikon panah dua arah.

Langkah-langkah di atas kemudian dapat diikuti untuk mengunduh file besar dengan aman, melalui server VPN torrent berkecepatan tinggi kami. Untuk informasi lebih lanjut tentang torrenting dengan Proton VPN, baca artikel dukungan langkah demi langkah kami.
Tanya Jawab (FAQ) Torrenting
Ya. Alamat IP harus selalu disembunyikan saat melakukan torrenting. ISP dapat melihat aktivitas torrent jika tidak menggunakan VPN, dan mereka juga dapat menyerahkan informasi ini kepada pihak ketiga. Kedua, saat terhubung ke jaringan P2P, semua orang di jaringan tersebut dapat melihat alamat IP Anda. Jadi, cara terbaik untuk tetap aman saat melakukan torrent adalah dengan menggunakan VPN untuk menyembunyikan alamat IP dan aktivitas daring.
BitTorrent adalah protokol berbagi file peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan perangkat berkomunikasi dan berbagi file dengan orang lain di jaringan secara terdesentralisasi. Ini berarti file dapat dibagikan tanpa bergantung pada server utama untuk menyediakan data tersebut.
Torrent adalah file yang diunggah dan diunduh melalui jaringan berbagi P2P terdesentralisasi via protokol BitTorrent. Torrenting adalah kata kerja untuk membagikan file dengan cara ini.
Torrent mungkin dapat berjalan dengan paket VPN gratis, tetapi cara terbaik untuk memastikan file besar dapat diunduh dengan cepat dan aman adalah dengan mendaftar paket Proton VPN Plus. Dengan paket Plus, server yang dioptimalkan untuk P2P berkecepatan tinggi kami dapat diakses, memastikan proses torrent dapat berjalan dengan cepat dan mudah tanpa gangguan.
Tergantung pada penyedia layanan dan negara tempat tinggal, beberapa situs web torrent mungkin diblokir oleh ISP. Hal ini biasanya dilakukan untuk mencegah orang mengunduh konten bajakan, meskipun sebagian besar situs web ini juga menyediakan ratusan torrent yang sepenuhnya legal. Jika menggunakan VPN, situs torrent yang dibatasi oleh ISP akan dapat diakses.
Dalam torrenting, “seeder” adalah sebutan untuk peer di jaringan P2P yang memiliki file lengkap dari suatu torrent dan terus membagikan file tersebut. “Leecher” adalah sebutan untuk peer di jaringan yang mengunduh file dari seeder — mereka melakukan “leeching” darinya. Leecher juga melakukan seeding untuk bagian file yang telah diunduh selagi mereka melakukan leeching untuk bagian lainnya dari orang lain. Semakin banyak seeder yang tersedia untuk suatu torrent, semakin cepat proses penyelesaian torrent tersebut, karena ada lebih banyak orang yang dapat membagikan bagian file tersebut.
P2P adalah singkatan dari Peer-to-Peer. Dalam torrenting, ini adalah nama jenis teknologi yang memungkinkan pencarian dan pengunduhan konten secara terdesentralisasi, yaitu tanpa bergantung pada server terpusat untuk menyediakan file. Struktur unik dari jaringan ini membuat pengunduhan file besar menjadi sangat efisien.
Pada jaringan P2P, klien BitTorrent yang digunakan akan melacak salinan file yang ingin diunduh di dalam jaringan tersebut, dan memungkinkan komputer untuk membuat beberapa koneksi dengan beberapa sumber yang memiliki seluruh atau sebagian file yang diminta.






