Layanan lokasi merujuk pada kombinasi teknologi yang digunakan dalam perangkat seperti ponsel pintar dan komputer yang menggunakan data dari GPS, WiFi, seluler (jaringan seluler), dan terkadang bahkan koneksi Bluetooth perangkat untuk menentukan dan melacak lokasi geografis.
Informasi ini dapat diakses oleh sistem operasi (SO) dan aplikasi yang diinstal pada perangkat. Dalam banyak kasus, hal ini memungkinkan aplikasi berfungsi dengan benar atau menyajikan konten dan fitur yang berguna.
Sebagai contoh, aplikasi navigasi/peta, cuaca, berbagi tumpangan (seperti Uber atau Lyft), serta pelacak kesehatan dan kebugaran memerlukan layanan lokasi untuk menjalankan fungsinya, sedangkan aplikasi kencan, perjalanan, dan media sosial dapat menawarkan fungsionalitas tambahan dengan akses ke layanan lokasi perangkat (seperti mendeteksi kecocokan Tinder atau melihat rekomendasi restoran terdekat).
Layanan lokasi (dan aplikasi yang menggunakannya) tentu saja sangat berguna. Namun, teknologi ini juga dapat (dan memang) disalahgunakan oleh aplikasi untuk melacak pergerakan. Aplikasi tersebut kemudian biasanya menjual informasi ini ke perusahaan periklanan dan analitik yang menggabungkannya dengan data lain untuk membuat profil pengguna, yang kemudian dapat digunakan untuk menjual iklan.
Sayangnya, perilaku ini tidak terbatas pada aplikasi “nakal”. Aplikasi yang biasanya dianggap sah, termasuk hampir semua aplikasi Google, Facebook, Instagram, dan lainnya, secara rutin mengirimkan rincian lokasi yang mendetail dan sangat sensitif kembali ke pengembangnya secara bawaan. Dan ini bukan hanya aplikasi — sistem operasi itu sendiri, seperti Android milik Google dan Microsoft Windows, juga melacak pergerakan dengan ketat menggunakan layanan lokasi.
Hal ini membuat upaya menyeimbangkan kegunaan layanan lokasi yang tidak terbantahkan dengan kebutuhan untuk menjaga tingkat privasi dasar menjadi hal yang sulit. Namun, karena layanan lokasi sangat mudah disalahgunakan, semua sistem operasi menyertakan perlindungan bawaan yang memberikan kendali atas penggunaannya.
Artikel ini akan membahas cara kerja layanan lokasi dan menunjukkan cara mengelola penggunaannya.
- Bagaimana cara kerja layanan lokasi?
- Cara mengaktifkan atau menonaktifkan layanan lokasi di Windows
- Cara menonaktifkan layanan lokasi di macOS
- Cara mengaktifkan atau menonaktifkan layanan lokasi di Linux
- Cara menonaktifkan layanan lokasi di Chromebook
- Cara menonaktifkan layanan lokasi di Android
- Cara menonaktifkan layanan lokasi di iPhone atau iPad
- Cara Proton VPN melindungi lokasi
- Haruskah layanan lokasi aktif atau nonaktif?
Bagaimana cara kerja layanan lokasi?
Layanan lokasi mengumpulkan dan menyintesis data dari berbagai sumber di perangkat:
GPS (Global Positioning System)
GPS adalah metode paling terkenal dan presisi, yang mampu menentukan lokasi dalam jarak sekitar 10-16 kaki (3-5 meter). Perangkat dengan kemampuan GPS menerima sinyal dari beberapa satelit. Perangkat dapat menentukan posisi tepatnya di bumi dengan menghitung waktu yang dibutuhkan sinyal tersebut untuk sampai.
WiFi
Perangkat juga dapat menggunakan jaringan WiFi terdekat untuk meningkatkan akurasi lokasi. Saat WiFi aktif, perangkat menggunakan lokasi hotspot WiFi yang diketahui untuk membantu menentukan lokasi secara tepat. Metode ini sangat berguna di area perkotaan yang padat, di mana gedung-gedung tinggi sering kali menghalangi sinyal GPS.
Triangulasi menara seluler
Perangkat seluler dapat memperkirakan lokasinya berdasarkan kekuatan relatif sinyal dari menara ponsel seluler terdekat. Cara ini kurang akurat dibandingkan GPS, tetapi bisa efektif saat sinyal lain tidak tersedia.

Bluetooth dan sensor lainnya
Perangkat modern juga dapat menggunakan sensor tambahan, seperti akselerometer, giroskop, dan sinyal suar Bluetooth, untuk meningkatkan akurasi lokasi, terutama di dalam ruangan.
Cara mengaktifkan layanan lokasi (atau menonaktifkan layanan lokasi)
Bagian ini akan membahas cara mengaktifkan dan menonaktifkan layanan lokasi di tingkat sistem operasi pada semua platform utama serta cara mengelola akses aplikasi ke data lokasi yang dikumpulkan oleh SO.
Layanan lokasi di Windows
Agar ringkas, pembahasan akan difokuskan pada cara mengelola layanan lokasi di Windows 11. Namun, layanan lokasi di Windows 10 bekerja dengan cara yang sama (dengan sedikit perubahan pada cara beberapa pengaturan diberi label dan diaktifkan).
Layanan lokasi diaktifkan secara bawaan di Windows, tetapi dapat dinonaktifkan saat melakukan penginstalan ulang Windows. Untuk mengubah keputusan ini (atau jika Windows sudah terpasang di perangkat saat membelinya):
Buka aplikasi ⚙ Pengaturan lalu buka Privasi & keamanan → Izin aplikasi → Lokasi (di Windows 10, buka Mulai → ⚙ Pengaturan → Privasi → Izin aplikasi → Lokasi).
Untuk mengizinkan Windows mengakses lokasi, aktifkan sakelar Layanan lokasi ke posisi aktif. Tindakan ini hanya dapat dilakukan menggunakan akun administrator PC.

Aplikasi pihak ketiga yang dipilih juga dapat diizinkan untuk mengakses data lokasi laptop atau PC. Siapa pun yang memiliki akun pengguna biasa dapat melakukan tindakan ini setelah administrator mengaktifkan Layanan lokasi. Riwayat lokasi yang tersimpan di perangkat juga dapat dibersihkan.

Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar aplikasi pihak ketiga yang terinstal di PC tidak akan muncul dalam daftar ini. Microsoft memberikan akses tak terbatas ke data lokasi kepada aplikasi pihak ketiga selama menyetujui syarat dan ketentuan mereka (tulisan kecil yang sangat panjang dan hampir pasti tidak pernah dibaca saat menginstal aplikasi baru).
Layanan lokasi di macOS
Di Mac, layanan lokasi diaktifkan secara bawaan. Untuk menonaktifkan layanan lokasi, buka Pengaturan Sistem → Privasi & Keamanan → Privasi → Layanan Lokasi. Layanan lokasi dapat dinonaktifkan sepenuhnya, atau dapat diaktifkan dan dinonaktifkan untuk setiap aplikasi.

Berbeda dengan di Windows, semua aplikasi yang mungkin meminta lokasi harus terdaftar di sini. Namun, seperti yang dibahas di bawah ini, aplikasi dan situs web masih dapat mengakses alamat IP dan menggunakannya untuk memperkirakan lokasi meskipun layanan lokasi telah dinonaktifkan.
Layanan lokasi di Linux
Banyak distribusi Linux dan lingkungan desktop tidak mendukung layanan lokasi, meskipun layanan bawaan dan aplikasi pihak ketiga mungkin menggunakan alamat IP untuk memperkirakan lokasi.
Beberapa distro yang lebih berfokus pada konsumen, terutama yang menggunakan lingkungan desktop GNOME, mendukung rangkaian lengkap layanan lokasi menggunakan Mozilla Location Services(jendela baru) (MLS). Misalnya, di Ubuntu, layanan ini diaktifkan secara bawaan. Di Debian, layanan ini didukung tetapi dinonaktifkan secara bawaan.
Untuk mengelola layanan lokasi untuk seluruh sistem atau untuk setiap aplikasi di desktop GNOME menggunakan GUI, buka aplikasi Pengaturan lalu buka Privasi → Layanan Lokasi.

Layanan lokasi juga dapat dinonaktifkan pada sistem yang menjalankan GNOME dengan memasukkan perintah berikut di terminal:
gsettings set org.gnome.system.location enabled false
Layanan lokasi di Chromebook
Di Chrome OS, layanan lokasi dapat dikelola berdasarkan per aplikasi, baik untuk aplikasi sistem (seperti Chrome) maupun aplikasi Android. Untuk melakukannya, buka aplikasi Pengaturan dan buka ☰ → Aplikasi → Kelola aplikasi → [pilih aplikasi] → Izin dan alihkan tombol Lokasi ke aktif atau nonaktif.

Aplikasi sistem Chrome sedikit berbeda. Setelah memilihnya, klik atau ketuk Setelan dan izin aplikasi Chrome lainnya untuk membuka tab pengaturan Privasi dan keamanan → Situs Chrome. Klik atau ketuk Izin → Lokasi dan pilih tindakan bawaan yang diinginkan.

Layanan lokasi di Android
Untuk menonaktifkan layanan lokasi sepenuhnya di perangkat Android, buka aplikasi Pengaturan → Lokasi, dan alihkan sakelar Aktif ke nonaktif.

Dari layar ini, izin lokasi aplikasi yang terinstal dapat diakses.

Opsi Layanan lokasi juga dapat dipilih untuk mengelola cara Google menggunakan layanan lokasi di perangkat Android.

Layanan lokasi di iOS and iPadOS
Untuk menonaktifkan layanan lokasi sepenuhnya di iPhone atau iPad, buka aplikasi Pengaturan, buka Privasi & Keamanan → Layanan Lokasi dan alihkan tombol Layanan Lokasi ke nonaktif.

Dari layar ini, izin lokasi aplikasi yang terinstal dapat diakses.

Cara Proton VPN melindungi lokasi
Setiap perangkat yang terhubung langsung ke internet memiliki alamat Internet Protocol (IP) publik yang dapat dilihat oleh semua orang secara daring. Alamat IP ditetapkan oleh penyedia layanan internet (ISP) atau ISP dari router yang sedang digunakan — misalnya, hotspot WiFi publik.
Dan karena ISP biasanya menetapkan blok alamat IP ke wilayah geografis yang sama, lokasi asal koneksi dapat diperkirakan dengan cukup akurat berdasarkan alamat IP perangkat atau router.
Pelajari lebih lanjut tentang alamat IP
Oleh karena itu, alamat IP menyediakan salah satu cara termudah bagi aplikasi, situs web, dan layanan SO untuk memperkirakan lokasi dan dapat dimasukkan ke dalam definisi “layanan lokasi”. Namun, menonaktifkan layanan lokasi di perangkat (baik di tingkat sistem maupun untuk setiap aplikasi) tidak mencegah aplikasi, situs web, atau layanan SO menggunakan alamat IP untuk memperkirakan lokasi secara kasar.
Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah dengan menggunakan layanan VPN yang baik untuk menyembunyikan alamat IP asli. Saat menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), koneksi akan terhubung ke server VPN yang dapat berlokasi di hampir mana saja di dunia. Sebagai contoh, Proton VPN menyediakan lebih dari 6.200 server di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Saat menggunakan VPN, alamat IP akan terlihat seperti alamat IP dari server VPN yang terhubung, menjadikan VPN cara terbaik untuk “memalsukan” lokasi geografis asli. Namun, agar hal ini efektif, pastikan aplikasi yang digunakan tidak memiliki akses ke layanan lokasi (lainnya) di perangkat.
Kesimpulan: Haruskah layanan lokasi diaktifkan atau dinonaktifkan?
Dari perspektif privasi murni, menonaktifkan layanan lokasi di perangkat adalah rekomendasi yang mudah. Namun, pada kenyataannya, banyak hal paling berguna yang dapat dilakukan pada perangkat modern sangat bergantung pada informasi lokasi.
Solusi yang paling praktis mungkin adalah dengan mengevaluasi izin layanan lokasi untuk setiap aplikasi. Aplikasi peta yang diandalkan untuk memberikan petunjuk arah mengemudi yang sangat akurat kemungkinan besar membutuhkan informasi mendetail tentang lokasi persisnya, sementara aplikasi cuaca hanya perlu mengetahui perkiraan lokasi (yang bahkan dapat dimasukkan secara manual tanpa mengizinkan aplikasi mengumpulkan informasi lokasi otomatis, kecuali jika sering bepergian).
Karena biasanya berada di dalam saku dan dibawa ke mana saja, izin aplikasi layanan lokasi di perangkat seluler menjadi perhatian khusus. Untungnya, Android, iOS, dan iPadOS memberikan kontrol yang cukup terperinci tentang cara aplikasi mengakses layanan lokasi.
Bisa dibilang, pengaturan yang paling praktis adalah membatasi akses layanan lokasi hanya saat aplikasi benar-benar digunakan. Namun, seperti biasa, mengevaluasi model ancaman sendiri(jendela baru) merupakan tanggung jawab masing-masing.
Ingatlah bahwa untuk menyembunyikan lokasi sepenuhnya, gunakan juga VPN untuk menyamarkan alamat IP.






