Interaksi adblocker (NetShield) dan antivirus di Windows
- Membaca
- 1 mnt
- Kategori
- NetShield Ad blocker
NetShield adalah fitur penyaringan DNS yang memblokir iklan, malware, dan pelacak situs web. Beberapa program antivirus untuk Windows menawarkan fitur yang tidak kompatibel dengan NetShield, yang dapat menyebabkan konflik yang mencegah NetShield berfungsi dengan baik.
Artikel ini bertujuan untuk mendokumentasikan isu-isu tersebut saat teridentifikasi dan memberikan solusi atau jalan keluar.
Perangkat lunak antivirus dengan isu kompatibilitas
Avast Premium Security
Avast Premium Security menawarkan fitur bernama “Real Site(jendela baru)” yang berkonflik dengan NetShield. Fitur ini mencegah peretas (tetapi juga NetShield) untuk mengubah pengaturan DNS sistem.
Konflik ini dapat diatasi dengan menonaktifkan fitur di Avast Antivirus. Untuk melakukannya, buka Menu -> Pengaturan -> Perlindungan -> Real Site.

AVG Internet Security
AVG Internet Security menawarkan fitur “Fake Website Shield(jendela baru)” yang merutekan permintaan DNS terenkripsi secara langsung ke servernya sendiri. Hal ini mencegah NetShield untuk dapat menyaring permintaan DNS.

Fitur “Fake Website Shield” dapat dinonaktifkan dengan membuka Menu -> Pengaturan -> Perlindungan Penuh -> Fake Website Shield.
Setelah fitur dinonaktifkan di AVG, silakan hubungkan ulang ke server Proton VPN di aplikasi Proton VPN agar NetShield berfungsi dengan baik.
Perangkat lunak antivirus tanpa isu kompatibilitas yang diketahui
Produk antivirus berikut telah diuji dan dapat dikonfirmasi tidak memiliki isu kompatibilitas yang diketahui dengan fitur NetShield.
- Avast Free Antivirus (selain yang disebutkan di atas)
- AVG Antivirus Free (selain yang disebutkan di atas)
- Kaspersky Anti-Virus
- Emsisoft Anti-Malware
- Norton 360
- MalwareBytes