Invisible Internet Project(jendela baru) (I2P) adalah jaringan penganonim terdesentralisasi bersumber terbuka yang dibangun dengan prinsip yang mirip dengan Tor. Berbeda dengan Tor, yang utamanya dirancang untuk memungkinkan penjelajahan anonim di internet biasa (tetapi juga dapat digunakan sebagai dark web), I2P utamanya dirancang untuk menjelajahi dark web (tetapi juga dapat digunakan untuk mengakses internet biasa).
- Apa itu dark web?
- Apa itu I2P?
- Cara kerja I2P
- Apakah I2P aman?
- Cara menyiapkan I2P
- Cara menggunakan I2P
- Kesimpulan: I2P vs. Tor
Apa itu dark web?
Ada banyak dark web yang mengandalkan protokol dan peramban yang berbeda untuk mengaksesnya. Layanan Onion Tor sejauh ini merupakan dark web yang paling populer (dan sering kali dianggap sinonim dengan istilah “dark web”). Dark web lainnya mencakup I2P dan Freenet(jendela baru).
Pelajari lebih lanjut tentang Layanan Onion Tor
Dark web sangat mirip dengan World Wide Web biasa. Ini adalah kumpulan situs web yang saling terhubung melalui hipertautan. Perbedaan antara dark web dan World Wide Web adalah situs dark web hanya dapat diakses menggunakan perangkat lunak, konfigurasi, atau otorisasi khusus.
Dark web sering kali disamakan dengan deep web, tetapi keduanya tidak sama. Deep web, yang juga dikenal sebagai invisible web (web tak terlihat) atau hidden web (web tersembunyi), hanyalah semua halaman web yang tidak diindeks oleh mesin pencari standar.
Apa itu I2P?
I2P dimulai pada tahun 2003 sebagai fork dari Freenet. I2P mirip dengan Tor tetapi memiliki fitur anonimitas yang lebih baik. Seperti Tor, I2P dapat digunakan untuk menjelajahi web biasa secara privat melalui outproxy yang dijalankan sukarelawan (mirip dengan node keluar Tor), tetapi I2P sendiri(jendela baru) menyarankan bahwa “Peramban Tor atau VPN tepercaya adalah opsi yang lebih baik untuk menjelajahi internet secara privat”.
Sebaliknya, I2P berfokus pada eepsite. Mirip dengan situs web onion Tor, ini adalah situs web dengan nama domain .i2p yang hanya dapat diakses dari dalam jaringan I2P.
Meskipun I2P dirancang agar lebih cepat daripada Tor, waktu pemuatan halaman masih bisa sangat lambat dibandingkan dengan halaman web biasa. Oleh karena itu, I2P biasanya menggunakan desain khusus HTML yang sederhana untuk meminimalkan waktu pemuatan.
Cara kerja I2P
I2P dirancang untuk meningkatkan sistem perutean onion(jendela baru) yang digunakan oleh Tor. Saat menggunakan Tor, koneksi dirutekan melalui setidaknya tiga node acak, dan data akan dienkripsi ulang setiap kali melewati node.
Node masuk dapat melihat alamat IP asli, tetapi tidak memiliki akses ke konten data atau aktivitas di internet. Jika menggunakan Tor untuk mengakses internet biasa, node keluar mendekripsi dan mengenkripsi data (sehingga dapat melihatnya) serta dapat melihat situs web yang dikunjungi. Namun, node keluar tidak mengetahui alamat IP asli.
Jika menggunakan layanan onion Tor (dark web), tidak ada node keluar — situs onion berada di dalam jaringan Tor.

Alih-alih perutean onion, I2P menggunakan apa yang (secara longgar) disebut perutean garlic(jendela baru). Seperti perutean onion, metode ini menggunakan beberapa lapisan enkripsi end-to-end. Namun, metode ini juga menawarkan beberapa peningkatan penting, yang terpenting di antaranya adalah:
1. Alih-alih dikirim satu per satu (seperti di Tor), paket data dibundel bersama menjadi clove (siung) (karena itulah dinamakan “perutean garlic”) sebelum dikirim melalui jaringan I2P sebagai pesan. Biasanya, setiap pesan berisi satu clove, tetapi terkadang berisi dua. Hal ini mempersulit penyerang untuk melakukan deanonimisasi melalui serangan waktu (timing attack)(jendela baru).
Secara teori, pengaturan ini juga meningkatkan efisiensi jaringan, yang akan menghasilkan waktu pemuatan halaman yang lebih cepat.
2. Koneksi Tor bersifat dua arah (bidirectional). Artinya, lalu lintas keluar dan masuk menggunakan jalur yang sama melalui node yang terhubung. Di sisi lain, I2P bersifat satu arah (unidirectional). Ini berarti lalu lintas keluar dan masuk menggunakan jalur yang berbeda, sehingga jauh lebih sulit untuk melacak koneksi kembali ke pengguna.

3. Penggunaan terowongan (tunnel) berumur pendek (alih-alih terowongan Tor yang berumur jauh lebih panjang) mempersulit penyerang untuk menargetkan koneksi.
4. I2P menggunakan switching paket alih-alih switching sirkuit(jendela baru), yang memungkinkan keseimbangan beban dan ketahanan yang lebih baik. Secara teori, ini juga memungkinkan penskalaan yang lebih baik, tetapi Tor telah memecahkan beberapa isu penskalaan yang belum diatasi oleh I2P
Apakah I2P aman?
I2P tidak pernah sepopuler Tor, dan mengalami penurunan tajam selama beberapa tahun terakhir. Hal ini memiliki beberapa implikasi keamanan yang penting:
1. Jauh lebih sedikit orang yang aktif bekerja mengembangkan I2P, sehingga isu keamanan lebih mungkin tidak disadari dan tidak ditambal. Fakta bahwa (tidak seperti Tor(jendela baru)) I2P hanya bergantung pada donasi untuk pendanaan juga berkontribusi pada masalah ini.
2. Bisa dibilang, kelemahan terbesar Tor adalah pihak lawan berpotensi mengontrol cukup banyak node yang (kabarnya) dijalankan sukarelawan(jendela baru) untuk mengancam anonimitas penggunanya. Dengan jumlah node yang jauh lebih sedikit daripada Tor, serangan semacam ini akan jauh lebih mudah dilakukan di I2P.
Perlu dicatat juga bahwa I2P belum pernah menjalani audit keamanan pihak ketiga yang formal.
Cara menyiapkan I2P
Di desktop
Untuk menggunakan I2P, pertama-tama harus menginstal perangkat lunak router I2P(jendela baru), yang tersedia untuk Windows, macOS, dan Linux (jika menginstal di Linux, Java juga diperlukan jika belum terinstal). Ini juga tersedia sebagai citra (image) Docker.
Setelah proses instalasi terpandu selesai, peramban bawaan akan membuka halaman Konsol Router I2P di sebagian besar perangkat desktop. Halaman ini juga dapat diakses dengan mengunjungi 127.0.0.1:7657 di peramban saat layanan router I2P berjalan.

Halaman ini memungkinkan pengelolaan dan konfigurasi server I2P, menyediakan tautan ke berbagai sumber daya I2P (seperti FAQ, dokumen teknis, dan situs web komunitas), serta memungkinkan akses ke buku alamat bawaan I2P dan aplikasi email, BitTorrent, serta server web.
Beberapa tautan mengarah ke halaman I2P, yang bagus untuk menguji apakah semuanya berfungsi sebagaimana mestinya, tetapi tidak ada tautan ke eepsite pihak ketiga.
Untuk benar-benar mengakses eepsite, silakan konfigurasikan pengaturan proxy peramban(jendela baru).

Di Android
Aplikasi Android tersedia(jendela baru) di Google Play Store, F-Droid, dan sebagai APK. Seperti halnya konsol router desktop, aplikasi ini memungkinkan pengelolaan dan konfigurasi pengaturan server I2P.

Pengaturan proxy peramban juga perlu dikonfigurasi. Versi modern Chrome dan Firefox untuk Android tidak mengizinkan hal ini dilakukan, tetapi aplikasi I2P menyertakan petunjuk untuk mengonfigurasi beberapa peramban Android bersumber terbuka yang mendukungnya.

Cara menggunakan I2P
Meskipun I2P dapat digunakan untuk mengakses situs web biasa, hal ini bukan tujuan utamanya, dan tidak direkomendasikan. Untuk mengakses eepsite, pertama-tama harus menemukannya. Tempat yang bagus untuk memulai adalah mesin pencari clear web(jendela baru), I2P Search(jendela baru).
Jika eepsite belum ada di Buku Alamat, bantuan layanan lompat(jendela baru) mungkin diperlukan untuk menghubungkannya.

Setelah menemukan eepsite, situs tersebut dapat ditambahkan ke Buku Alamat.

Namun, bersiaplah untuk menemukan bahwa banyak tautan eepsite yang kini sudah lama mati.
Kesimpulan: I2P vs. Tor
Singkatnya, jika sumber daya dark web yang dicari dapat diakses dengan I2P, sebaiknya gunakan I2P. Jika hanya tersedia di Tor, sebaiknya gunakan Tor. Tor kemungkinan besar akan memberikan akses ke jauh lebih banyak situs dark web.
Sering dikatakan di internet bahwa Tor lebih baik untuk mengakses situs web biasa secara seanonim mungkin, sedangkan I2P lebih baik untuk mengakses konten dark web. Secara teknis, hal ini ada benarnya; I2P menawarkan keunggulan keamanan nyata dibandingkan Tor dan lebih cepat.
Namun, sebagai proyek ceruk dalam bidang minat yang kurang dikenal (dark web), basis pengguna I2P jelas mengalami penurunan serius. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tautan mati yang ditemukan di mesin pencari I2P atau direktori eepsite mana pun dan oleh rendahnya tingkat lalu lintas yang ditemukan di forum-forum I2P yang dulunya populer.
Selain kurangnya konten, hal ini diperkirakan juga berarti bahwa pengembangan I2P (termasuk patch keamanan) telah melambat. Dan seperti yang dibahas di atas, jumlah simpul I2P yang relatif terbatas juga membuatnya jauh lebih rentan terhadap serangan dari pelaku yang kuat.
Tor, di sisi lain, sedang berkembang pesat(jendela baru).
Perlu dicatat bahwa keamanan dapat ditingkatkan(jendela baru) saat menggunakan I2P atau Tor dengan menghubungkan ke layanan VPN tanpa log tepercaya (seperti Proton VPN) sebelum membuat koneksi I2P atau Tor.







